Sri Mulyani Sebutkan Asumsi Makro yang Digunakan Menjadi Fondasi untuk Penyusunan Postur APBN KiTa Januari dan Februari 2025

photo author
- Selasa, 18 Maret 2025 | 12:40 WIB
Sri Mulyani gelar Konfrerensi Pers APBN KiTa di Aula Mezzanine Kemenkeu Jakarta 13 Maret 2025 (kemenkeu.go.id)
Sri Mulyani gelar Konfrerensi Pers APBN KiTa di Aula Mezzanine Kemenkeu Jakarta 13 Maret 2025 (kemenkeu.go.id)

Baca Juga: Beli Rumah Bisa Bebas PPN 11 Persen, Pemerintah Perpanjang Insentif PPN Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun untuk Tahun 2025 

Year on year nya sedikit mengalami deflasi 0.09% dan untuk months to months nya juga menglami deflasi 0.48%.

Yield SBN sama yang terjadi dengan disrupsi akibat berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Trump 2.0 dan interaksi reaksi dari negara-negara blok besar seperti Kanada, Eropa, RRT, Meksiko telah menimbulkan suatu dinamika atau gejolak volatilitas di nilai tukar dan yield di semua negara.

Indonesia dilihat pada tahun 2024 bisa menjaga di yield year to date nya di 6,8% untuk SBN 10 tahun local currency dan end of period nya di 7%.

Deviasi dari asumsi 6,7% di tahun 2024, tahun ini asumsinya 7% hingga akhir Februari realisasi end of period nya 6,88%, year to datenya di 6,98%. Ini adalah bulan Januari Februari yang tidak mudah dan tidak biasa.

Baca Juga: Simak Pengumuman Resmi Presiden! THR Aparatur Negara Akan Dicairkan Mulai 17 Maret 2025 dan Gaji ke-13 Akan Dibayarkan Juni 2025 

Seperti yang telah disampaikan, shock yang terjadi secara berturut-turut dari executive order yang muncul dari Presiden Trump dan memunculkan retaliasi atau response.

Sedangkan harga minyak, dengan adanya disrupsi yang begitu besar di level global dan kecenderungan melemahnya ekonomi-ekonomi negara maju, harga minyak juga mengalami perlemahan.

Akhir tahun 2024 di USD71,6 per barel, year to date nya di tahun lalu mencapai USD78,1. Untuk 2025 ini end of period nya harga minyak di USD74,3 year to date USD75,6 per barel.

Ini adalah harga yang kalau dibandingkan asumsi APBN yang kebetulan untuk 2024 dan 2025 menggunakan asumsi harga minyak yang sama.

Baca Juga: Berapa Rincian Anggaran APBN untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis bagi Bangsa Indonesia? 

Beberapa bagian dari APBN KiTa untuk belanja dan juga dari penerimaan, baik penerimaan pajak maupun penerimaan negara bukan pajak.

Deviasi yang cukup besar dari asumsi tentu akan diperhitungkan. Lifting minyak tahun lalu tercapai 579,7 ribu barel per hari, lebih rendah dari asumsi APBN yang 635 ribu barel per hari.

APBN 2025 sudah menurunkan asumsi lifting minyak dari 635 ribu ke 605 ribu tetapi hingga sampai Februari ini realisasi dari lifting minyak baru mencapai 551,7 ribu barel per hari.

Demikian juga dengan lifting gas. Realisasi tahun lalu adalah 978,8 ribu barel setara minyak per hari. Itu lebih rendah dari asumsi yang 1.033.000 dan tahun ini hingga Februari lifting gas adalah 978.000 dibawah lifting asumsi 1.005.000 setara minyak barel per hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dian Mayang Sari

Sumber: Kemenkeu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X