KLIK PENDIDIKAN - Dua siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren (MA PP) Nurul Falah Borongganjeng Bulukumba, Syifa Salsabila dan Resky Aulia, turut ambil bagian dalam ajang Lomba Menulis Opini Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh International Open University (IOU) Indonesia. Keduanya merupakan siswa kelas XI yang aktif dalam kegiatan literasi di madrasah.
Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini mengangkat tema “Empowered Youth–Sustainable Future: Inovasi, Aksi, dan Kolaborasi Nyata Generasi Muda”, yang mendorong generasi muda untuk menuangkan gagasan kritis dan solutif terhadap berbagai isu global dan sosial.
Dalam konteks perkembangan zaman yang semakin dinamis, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor perubahan melalui pemikiran yang inovatif dan berlandaskan nilai-nilai yang kuat. Lomba ini menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi terkait isu-isu aktual seperti kecerdasan buatan (AI), perundungan (bullying), lingkungan, hingga literasi digital.
Syifa Salsabila mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti lomba tersebut.
Baca Juga: Mau Lolos CPNS 2026? Ini Strategi Jitu yang Wajib Disiapkan dari Sekarang
“Ikut lomba opini itu seru dan bermanfaat. Kita jadi belajar menyampaikan pendapat dengan jelas dan lebih peka terhadap masalah di sekitar. Walaupun belum tentu menang, yang penting berani mencoba dan bisa menambah pengalaman serta melatih cara berpikir,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Resky Aulia. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan bagi pelajar dalam mengembangkan kemampuan menulis.
“Lomba ini sangat bermanfaat, apalagi untuk usia pelajar dapat mengembangkan skil dalam menulis. Selain itu, kami sebagai pelajar dapat menuangkan ide-ide kami lewat tulisan ini,” tuturnya.
Baca Juga: CPNS Belum Jelas, Kopdes Merah Putih Sudah Dibuka! Kesempatan Emas atau Jalan Alternatif?
Guru Ekstrakurikuler Seni dan Literasi MA PP Nurul Falah, Yasir Husain, turut memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi siswa dalam ajang ini.
Ia menegaskan bahwa menulis merupakan bagian penting dari program literasi di madrasah.
“Menulis merupakan salah satu program literasi di madrasah kami. Melalui lomba ini, kami berharap siswa kami bisa memperluas pengalaman dan menambah wawasan dalam literasi dan menulis, semoga bisa menang,” ungkapnya.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Picu Kecemasan: Guru Honorer dan PPPK Siapa Dilindungi? DPR Buka Suara