"Potensi pundi sosial ini sangat luar biasa, saya rasa kalau hanya menanggulangi miskin ekstream yang hanya 4 juta bisa sangat mungkin," ucapnya.
Selain itu, Menag mengusulkan agar madrasah dijadikan sebagai alternatif utama Sekolah Rakyat dalam program kerja sama Kemensos dan Kemenag.
"Sebetulnya, kita tidak perlu mencari bentuk baru. Madrasah sudah sangat layak dijadikan Sekolah Rakyat karena sudah ada dan nyata di tengah masyarakat," ujar Menag.
Menurutnya, saat ini banyak pesantren masih yang kondisinya masih kumuh dan kurang mendapatkan perhatian, padahal madrasah dan pesantren merupakan bagian dari pendidikan rakyat yang sudah berjalan lama.
"Daripada madrasah dan pesantren terbengkalai dan kumuh, lebih baik kita optimalkan sebagai Sekolah Rakyat yang sesungguhnya," tuturnya.
Menag juga menjelaskan bahwa menurut data tercatat sekitar 90 persen pesantren di Indonesia dikelola oleh swasta,
Diharapkan kerja sama ini bisa menjadi solusi yang cepat dan efektif dalam pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
"Dengan memanfaatkan Madrasah dan Pesantren bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang kurang mampu dalam menempuh pendidikan," tandasnya.***