KLIK PENDIDIKAN – Djajadi Djaja, merupakan penemu sekaligus pencetus Indomie, mie instan favorit banyak orang.
Tapi Djajadi Djaja disingkirkan oleh produk yang telah beliau lahirkan sendiri.
Nama Djadadi Djaja pasti banyak yang belum tahu, dan mungkin belum tahu bagaimana konflik internal dalam bisnis mie instan kebanggaan bangsa Indonesia ini.
Seluruh bangsa Indonesia tahu bahwa Indomie adalah milik dari Salim Group, tapi banyak yang tidak tahu karena ternyata pencetus awalnya adalah Djadadi Djaja.
Saat ini Djadadi Djaja hadir dengan produk Mie GAGA, dan juga mungkin banyak yang tahu Mie Telur A1.
Dulu beliau harus rela kehilangan anak kandungnya yang di besarkan sejak tahun 1972.
Indomie, telah jatuh seluruhnya ke tangan Salim Group, saat itu drama internal ini menjadi topik pembicaraan hangat dilingkungan pengusaha Taipan.
Karena merek dan produk yang Djajadi Djaja rintis bersama rekan – rekannya, lalu diambil alih oleh rekan bisnisnya sendiri.
Baca Juga: Resmi! Kemenkumhan Umumkan Formasi Seleksi PNS dan PPPK 2023, Segera Persiapkan Syaratnya
Drama ini bermula saat Djadadi Djaja bersama Salim Group, sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT. Indofood Interna Corporation pada tahun 1984.
Awalnya beliau dan rekan – rekannya memiliki bagian 57,5%, dan Salim Group memiliki 42,5% saham atas Indofood.
Tetapi bisnis tetaplah bisnis, pada tahun 1993 Djadadi Djaja dan Salim Group, mengalami masalah internal perusahaan terkait keuangan, setelah itu Salim Group memutuskan untuk tidak menggunakan perusahaan Djadadi Djaja sebagai distributor, melainkan memakai nama anak usahanya sendiri bernama PT. Indomarco Adi Prima.
Distributor bahan baku diganti, kemudian saham diakusisi penuh, dan dalam sekejap Djajadi Djaja hilang dari lini bisnis Indomie.