news

Komisi X DPR Dukung Rencana Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Namun Ingatkan Soal Ini...!

Minggu, 16 Maret 2025 | 07:57 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian Hetifah mengingatkan adanya potensi tumpang tindih kewenangan serta overlapping anggaran dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat (dpr.go.id)

Saat ini, terdapat dua skema kurikulum yang dapat diadopsi untuk Sekolah Rakyat, yaitu:

Kurikulum Merdeka Belajar dari Kemendikdasmen, yang menekankan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan serta pendalaman materi secara fleksibel.

Kurikulum Sekolah Unggul dari Kemendiktisaintek, yang menerapkan standar internasional dan berpotensi melibatkan tenaga pengajar dari dalam maupun luar negeri.

Perbedaan standar dalam kurikulum ini berpotensi menimbulkan kesenjangan mutu antar sekolah.

Baca Juga: MENDIKDASMEN SUDAH MULAI CAIRKAN TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU 2025, Cek Daerahmu

Oleh karena itu, diperlukan pemetaan dan pemerataan mutu agar seluruh Sekolah Rakyat dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dan setara.

Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.

Dengan keterbatasan anggaran di Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, menjadi solusi strategis untuk memastikan keberlanjutan program Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Komisi X DPR RI Dukung Penuh Kebijakan Mendiktisaintek Terkait Anggaran Beasiswa

"Target pembentukan 100 Sekolah Rakyat pada tahun 2025 membutuhkan perencanaan matang, termasuk dari sisi pendanaan dan pengelolaan SDM. Oleh karena itu, sinergi antar lembaga harus diperkuat," tegas Hetifah.

Hetifah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh atau model pendidikan yang inklusif bagi semua kalangan, terutama anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Dengan pendekatan yang tepat, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan karakter yang baik untuk bersaing di masa depan.

Baca Juga: Kabar Baik dari Kemendikdasmen! Bulan Ini Ada Uang Tambahan untuk Guru SD, SMP dan SMA, Segini Nominalnya

Selain itu, Hetifah menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat menjadi solusi untuk memutus lingkaran kemiskinan.

Dengan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas, anak-anak dari keluarga miskin memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya di masa depan, sehingga mereka tidak lagi terjebak dalam kondisi ekonomi yang sulit secara turun-temurun.***

Halaman:

Tags

Terkini