"Transfer langsung di bulan Maret ini merupakan hadiah untuk para guru agar dapat merayakan Idulfitri dengan gembira dan agar mereka dapat lebih sejahtera secara dan kemudian bekerja lebih baik dalam menunaikan tugas mencerdaskan bangsa," tambah Abdul Mu'ti.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama pembangunan bangsa.
Dengan penyaluran tunjangan yang lebih efisien, diharapkan tidak ada lagi kebocoran anggaran akibat korupsi.
"Kita harus hilangkan budaya-budaya yang tidak benar itu. Kalau bisa dibikin lama, kenapa harus dibikin pendek? Kalau bisa susah, kenapa dibikin gampang? Budaya ini yang harus kita kikis," tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
"Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor, saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harus ngerti saya ini siap mati untuk bangsa dan rakyat ini. Saya tidak takut mafia manapun, saya tidak takut," tegasnya.
Transfer langsung tunjangan guru dimulai pada bulan Maret 2025.
Proses verifikasi dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan pencairan dana berjalan lancar dan tepat sasaran.
Presiden Prabowo berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Ia juga berjanji akan memperbaiki infrastruktur sekolah dan membangun sekolah berasrama di seluruh kabupaten.
"Kita akan perbaiki semua sekolah dalam waktu yang secepatnya kita akan taruh layar televisi yang besar di setiap sekolah di seluruh Indonesia. Dan kita akan bangun sekolah-sekolah berasrama di semua kabupaten. Saya harap dalam 4 tahun semua kabupaten akan punya sekolah-sekolah berasrama untuk keluarga yang kurang mampu," kata Presiden.***