news

Buka Akses Pendidikan, Pemerintah Bakal Ubah Pesantren dan Madrasah Jadi Sekolah Rakyat

Kamis, 13 Maret 2025 | 16:00 WIB
Mensos Saifullah Yusuf dan Menag Nasaruddin Umar teken MoU penanggulangan kemiskinan melalui Sekolah Rakyat. (kemenag.go.id)

KLIK PENDIDIKAN - Pemerintah segera melakukan terobosan di bidang pendidikan dengan mendorong adanya program Sekolah Rakyat.

Program ini rencananya akan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori miskin hingga miskin ekstrem.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa tujuan dari adanya Sekolah Rakyat adalah untuk memuliakan keluarga kurang mampu dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi mereka.

Baca Juga: PPG Daljab Guru Kemenag 2025 Dibuka, Simak Metode Pembelajaran, Tahapan dan Ketentuan Kelulusan Peserta

"Faktor ekonomi menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Dengan adanya Sekolah Rakyat dan Madrasah Rakyat, diharapkan lebih banyak anak dapat melanjutkan pendidikan," kata Mensos di Kantor Kemenag, pada Selasa 11 Maret 2025.

Gus Ipul panggilan akrabnya berharap Kemenag mendukung program ini dengan memastikan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan karakter.

"Kami berharap pendidikan karakter nanti di sekolah rakyat bisa disupport oleh Kemenag," ujarnya.

Baca Juga: Menteri Agama Tetapkan Libur Lebaran 2025 Bagi Sekolah Menjadi 20 Hari, Ini Alasannya!

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemensos dan Kemenag merupakan langkah konkret dalam menjalankan perintah Presiden untuk memperkuat sinergi antar-lembaga.

Menurutnya penanganan fakir miskin harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

"Sering kali, upaya penanggulangan kemiskinan belum dilakukan secara terpadu karena adanya ego sektoral. Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar koordinasi antar-lembaga diperkuat agar lebih efektif," ujarnya.

Baca Juga: MANTAP! Sebanyak 70.113 Guru Agama Binaan Kemenag Ikut PPG Daljab Secara Daring, Ini Tahapan Selanjutnya

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar siap mendukung dan memaksimalkan program yang digagas oleh presiden.

Menag menyoroti potensi sosial keagamaan yang belum tergarap secara maksimal, Ada 27 pundi sosial seperti zakat, wakaf, dan infaq, dan lainnya yang jika dikelola dengan baik dapat membantu mengurangi kemiskinan ekstrem.

Halaman:

Tags

Terkini