KLIK PENDIDIKAN - Anggota Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah meminta pemerintah harus turun tangan atasi sindrom baby blues.
Sindrom baby blues ini biasanya terjadi pada ibu yang baru melahirkan.
Sindrom baby blues ini dapat mengganggu psikologi seorang ibu yang baru melahirkan.
Dilansir dalam laman dpr.go.id, Anggota Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah mendorong pemerintah untuk turun tangan atasi sindrom baby blues yang kerap terjadi pada seorang ibu yang baru melahirkan.
Nur Nadlifah menekankan perlunya penguatan mental bagi para perempuan.
Kondisi psikologis perempuan utamanya para ibu harus mendapatkan perhatian.
"Sudah bagus ketika program BKKBN kita diimbau untuk melahirkan tidak terlalu dini, tidak terlalu muda (umurnya) melahirkan."Ujar Nur Nadlifah.
"Kalau dibilang menikah terlalu dini mungkin karena ada hal-hal tertentu yang mengharuskan menikah, tetapi melahirkan terlalu dini di samping itu punya potensi anaknya kena stunting," Lanjutnya kepada Parlementaria, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Untuk itu, Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Misalnya edukasi tentang pernikahan dini.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! RUU ASN Terbaru Berikan 4 Perlindungan Bagi Para PPPK Di Indonesia
Nur Nadlifah mengharapkan agar pemerintah turun tangan dalam menangani sindron baby blues ini.
Ia menilai bahwa salah satu faktor terjadinya sindrom baby blues pada ibu adalah kurangnya perhatian dari orang sekitar.
Oleh sebab itu, pemerintah harus turun tangan untuk memberikan edukasi mengenai sindrom baby blues yang bisa terjadi pada ibu.