KLIK PENDIDIKAN – Demi kemajuan pendidikan di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) setiap tahun melakukan seleksi untuk 4000 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) mulai santri hingga dosen.
Ketua Project Management Officer (PMO) BIB Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan bahwa ada kuota beasiswa ini setiap tahun mencapai 3000 hingga 4000 penerima beasiswa.
Menurut Ruchman peluang mendapat 4000 penerima beasiswa ini diperebutkan oleh para pelaku pendidikan yang dijaring melalui seleksi BIB Kemenag mulai dari santri hingga dosen.
"Peluang mendapat beasiswa ini diperebutkan oleh para pelaku pendidikan yang dijaring melalui seleksi BIB Kemenag dari mulai santri, mahasiswa, alumni, ustadz, kyai, dosen, guru PAI pada sekolah dan madrasah, serta tenaga kependidikan," terang Ruchman.
Hal itu disampaikan Ruchman saat menjadi nara sumber Yudisium Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Rabu 23 Agustus 2023.
Selain itu, tambah Ruchman kesempatan 4000 penerima beasiswa itu juga terbuka bagi peserta dari lembaga pendidikan keagamaan selain binaan Pendidikan Islam, baik dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
Di hadapan ribuan alumni FEBI yang akan dikukuhkan menjadi sarjana, Ruchman, mengajak untuk memanfaatkan program BIB Kemenag, baik studi lanjut S2 maupun S3.
Perlu diketahui BIB merupakan beasiswa kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)-Kemenag untuk memberikan kesempatan para alumni Perguruan Tinggi Keagamaan binaan Kemenag untuk studi lanjut S1, S2 dan S3 dalam dan luar negeri.
BIB Kemenag 2023 ini merupakan tahun kedua dengan anggaran mencapai 950 milyar untuk beasiswa degree (S1, S2 dan S3) dan Non Degree.
Baca Juga: Inilah Bocoran Jadwal, Persyaratan Seleksi CPNS dan PPPK September 2023, Yuk Simak Penjelasannya...
Lebih lanjut, Ruchman berharap para alumni FEBI mempersiapkan diri dengan baik, misalnya Toefl, kesiapan akademik untuk studi lanjut disertai dengan kesiapan daya tahan dan daya juang mendapatkan program beasiswa.
Ia menegaskan kesempatan beasiswa tidak datang dua kali, silahkan manfaatkan BIB Kemenag ini untuk meraih impian kuliah di perguruan tinggi bergengsi.
“Indonesia Emas 2045 harus kita sambut dengan ketersediaan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter dan mempunyai daya saing di kancah internasional,” lanjut Ruchman.