Oleh karena itu, setiap rekrutmen ASN, guru dan tenaga kesehatan selalu diutamakan bahkan, dalam perencanaan kebutuhan ASN 2023-2030, hanya guru dan tenaga kesehatan yang masih diperbolehkan mendapat penambahan formasi secara terus-menerus dalam skema positive growth.
Baca Juga: CASN September 2023! KemenPAN RB Batal Buka 1,03 Juta Formasi CASN Tapi Jadi Segini, Ini Alasannya..
“Dengan rekrutmen ASN yang terus kita terapkan tiap tahun, secara bertahap tenaga Non-ASN akan masuk menjadi ASN secara selektif. Misalnya 2023 kita rekrut 572.000 ASN, di mana 80 persennya untuk tenaga Non-ASN termasuk Honorer THK-II dan selebihnya pelamar umum,” terang Anas.
Lebih lanjut, mantan Ketua PP GP Ansor tahun 2004 itu menjelaskan tahun 2022, pemerintah rekrut 396.000 formasi PPPK, dimana 90 persennya tenaga Non-ASN termasuk Honorer THK-II, sehingga data 2,3 juta tenaga Non-ASN itu perlahan berkurang secara selektif menjadi ASN.
Anas berharap tidak ada lagi instansi pemerintah yang merekrut tenaga Non-ASN sesuai dengan amanat peraturan-perundangan yang ada.
“Sembari kita amankan yang 2,3 juta Non-ASN yang terverifikasi dalam database BKN saat ini agar tidak ada PHK, kita harap tidak ada rekrutmen honorer baru," ujar Anas.***