Penerjunan ke masyarakat secara resmi dimulai pada tanggal 1 Oktober 2024. Setelah melakukan sowan kepada Pak Kiyai Heri sebagai bentuk penghormatan, para mahasiswa memulai rangkaian kegiatan Labsos mereka.
Kegiatan ini bukan hanya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga kesempatan untuk membangun keterlibatan langsung dengan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada.
Pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya berfokus pada teknologi irigasi saja, tetapi juga menyentuh isu-isu sosial lainnya seperti pengelolaan pendidikan di pondok pesantren.
Baca Juga: Berikut Bentuk Terbaru Soal SKD TIU CPNS Tahun 2024 Materi Pola Kalimat dan Analogi Kalimat!
Beberapa tantangan internal pondok pesantren yang menjadi perhatian antara lain adalah kurangnya sumber daya dalam mendukung proses pendidikan dan masalah-masalah infrastruktur yang ada.
Oleh karena itu, program Labsos ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap keberlanjutan pondok pesantren dan pengembangan masyarakat sekitar.
Melalui Labsos ini, mahasiswa UNU Yogyakarta ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi modern dan kearifan lokal dapat menciptakan solusi yang efektif untuk berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Penggunaan energi terbarukan dalam proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga mendukung agenda keberlanjutan lingkungan.***