PDNS 2 DIretas, Mitigasi Serangan Siber Dipertanyakan, Wamen Kominfo Nezar Patria: Kita Jangan...

photo author
Muhammad Haikal, Klik Pendidikan
- Kamis, 27 Juni 2024 | 19:37 WIB
Wamen Kominfo Nezar Patria memberikan keterangan saat di Bentara Budaya, Jakarta 25 Juni 2024 (kominfo.go.id / biro humas kementerian kominfo)
Wamen Kominfo Nezar Patria memberikan keterangan saat di Bentara Budaya, Jakarta 25 Juni 2024 (kominfo.go.id / biro humas kementerian kominfo)

“Dan semua negara di dunia mengadopsi protokol-protokol yang penting untuk menjaga keamanan data mereka masing-masing," jelasnya. 

Baca Juga: Ransomware, Musuh yang Menekuk PDN Kominfo, Kenali Cara Kerja dan Sejarahnya, Sekali Abai Isi Kantong Bisa Terkulai

Ransomware Peretas Teridentifikasi

Nezar Patria juga menambahkan ransomware yang digunakan untuk menyerang PDNS 2 merupakan pengembangan dari varian Lockbit 3.0.

Sedangkan untuk Lockbit 3.0 sendiri pernah digunakan oleh peretas lain dalam meretas Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu yang lalu.

"Yang baru ini, kemudian dikembangkan satu kelompok dan melabelkannya dengan nama Brain Cipher," tutur Wamen Kominfo.

“Dan sama seperti ransomware lain, ia mengenkripsi semua data, semua file yang ada di server yang mereka serang,” tutur Nezar Patria. 

Baca Juga: Pusat Data Nasional atau PDN, Proyek Pemerintah Menuju Satu Data Indonesia untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Saat ini tim sedang bekerja intensif 24 jam dalam rangka upaya pemulihan semua sektor layanan publik yang terdampak oleh insiden peretasan tersebut.

"Tim sedang bekerja untuk melakukan recovery dari semua sektor-sektor yang terdampak oleh ransomware ini,“ ujar Wamen Kominfo.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anindwijaya KP

Sumber: kominfo.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X