“Dan semua negara di dunia mengadopsi protokol-protokol yang penting untuk menjaga keamanan data mereka masing-masing," jelasnya.
Ransomware Peretas Teridentifikasi
Nezar Patria juga menambahkan ransomware yang digunakan untuk menyerang PDNS 2 merupakan pengembangan dari varian Lockbit 3.0.
Sedangkan untuk Lockbit 3.0 sendiri pernah digunakan oleh peretas lain dalam meretas Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu yang lalu.
"Yang baru ini, kemudian dikembangkan satu kelompok dan melabelkannya dengan nama Brain Cipher," tutur Wamen Kominfo.
“Dan sama seperti ransomware lain, ia mengenkripsi semua data, semua file yang ada di server yang mereka serang,” tutur Nezar Patria.
Saat ini tim sedang bekerja intensif 24 jam dalam rangka upaya pemulihan semua sektor layanan publik yang terdampak oleh insiden peretasan tersebut.
"Tim sedang bekerja untuk melakukan recovery dari semua sektor-sektor yang terdampak oleh ransomware ini,“ ujar Wamen Kominfo.***