KLIK PENDIDIKAN - Pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyidir warga Rampi Kecamatan Luwu Utara dengan meminta mereka keluar dari Republik Indonesia (RI).
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan hari jadi Kabupaten Luwu ke 19, Kamis 19 Mei 2022
"Katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan, kenapa sekalian tidak keluar saja dari wilayah Indonesia," kata Andi Sudirman ketika memberikan sambutan ini.
Baca Juga: Parigi Moutong Kembali Raih WTP Ke Empat Kalinya
Pernyataan Gubernur Sulsel mendapat kecaman dari Aliansi Mahasiswa Wija To Luwu gabungan dari beberapa Ikatan pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (Ipmil Raya), mengecam pernyataan Gubernur Sulsel dalam pidatonya pada hari jadi Luwu timur yang ke 19, kemudian massa dalamnya aksi juga menuntut agar Gubernur Sulsel itu membuat klarifikasi permintaan maaf kepada masyarakat Luwu raya atas ucapannya yang telah keliru dan tidak sepantasnya dilontarkan oleh orang nomor satu di Sulsel.
Dalam gerakan ini pula WTL menggaungkan Luwu Tengah dan provinsi Luwu Raya karena pemprov dianggap tidak mampu mensejahterakan masyarakat Luwu Raya.
Baca Juga: Polisi Tangkap 24 Teroris MIT Poso, Sita Senapan dan Panah
Saat melakukan unjuk rasa (Unras) di jalan Pettarani, Yandi selaku Ketua Umum Ipmil Raya Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Jendral lapangan Aliansi WTL menggugat mengatakan, gerakan ini akan terus berlanjut hingga tuntutan kami terpenuhi, sebab pernyataan itu telah melecehan juga melukai masayarakat Rampi, pernyataan itu pula adalah perbuatan “makar” dari Gubernur, karena ingin mengeluarkan satu golongan dari golongan lain,” pungkas Yandi. Selasa, 17 Mei 2022
Ia juga menuntut agar Gubernur harus meminta maaf, berdasarkan pernyataan itu pula kami meminta Gubernur membantu kami memperjuangkan DOB Luwu Tengah, karena hingga hari ini kesenjangan pembangunan begitu besar terjadi di kabupaten Luwu, Luwu Tengah juga adalah cita cita dan harapan Masyarakat Luwu Raya untuk bisa membentuk Provinsi Luwu Raya,” tegas Yandi. **