KLIK PENDIDIKAN- Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut Indonesia perlu sosok pemimpin yang bernyali besar dalam menghadapi perubahan menuju negara yang lebih maju.
Banyak tantangan yang dihadapi oleh siapa yang akan terpilih nantinya.
Mengingat negara Indonesia adalah negara yang luas dan banyak PR yang harus diselesaikan, karena sosok pemimpin yang bernyali besar lah yang harusnya mampu membuat perubahan demi perubuhan untuk memajukan negara kita lebih maju ke depannya.
Baca Juga: Tenang! Kenaikan Gaji Pensiunan PNS akan Ditransfer Taspen Segini Gedenya di Bulan Januari 2024
"Mengenai pemimpin yang kita pilih, hati-hati memilih pemimpin. Tantangan ke depan bukan semakin ringan, tapi semakin berat," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan arahan dalam Konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu 7 Oktober 2023, dikutip KlikPendidikan.id dari antara.news.
Selanjutnya mampu menjalani dan meciptakan perubahan, dan juga dinamika global kita dalam keadan tidak baik, sehingga harus ada jalan keluar nantinya jika mengalami kasus krisis pangan.
Dipersiapkan segala jalan keluar bagi agar jika suatu saat terjadi masalah di dalam negeri ini, pemimpin lah yang akan mengambil keputusan dan merombak jalan keluar yang aman.
"Jangan kita digugat, misalnya oleh Uni Eropa, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kita jadi grogi. Tidak boleh negara sebesar Indonesia memilih pemimpin yang dapat ciut nyalinya digertak negara besar mana pun," katanya.
Beribu relawan Alap-alap itu Jokowi menyampaikan, untuk sosok peminpin Indonesia yang ideal adalah yang mampu membawa perubahan, berani mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala resiko demi rakyat.
Selalu mengutamakan jalan keluar dari masalah bukannya malah meninggalkan masalah, namun sama-sama saring gotong demi negara Indonesia kita yang akan lebih baik dan lebih maju.
Sosok pemimpin inilah yang nantinya mensejahtrakan rakyat, jadi rakyat jangan salah pilih dalam memilih pemimpin.
Karena yang akan menentukan ialah rakyat Indonesia semua.