Anies memilih untuk mengutus Sudirman Said guna menyampaikan ketetapan tersebut kepada pimpinan PKS dan Demokrat sehari setelahnya, yakni Rabu, 30 Agustus 2023.
Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya mengaku hal ini mengejutkan pihaknya dan sulit dipercaya.
Baca Juga: Perbedaan Antara PNS dan PPPK yang Paling Mencolok
Hal itu karena momen tersebut merupakan momen di mana proses finalisasi kerja parpol koalisi dan persiapan deklarasi tengah berlangsung.
Teuku sangat menyesalkan keputusan Surya Paloh itu, mengingat ketika Anies meminta AHY menjadi cawapresnya dulu, sejumlah parpol mendekati dan membuka komunikasi politik dengan Partai Demokrat.
Apa lagi, salah satu parpol yang mengadakan pertemuan dengan Demokrat saat itu adalah parpol yang mengundang perhatian publik.
"Di masa-masa ini, sejumlah Parpol sahabat mendekati dan membuka komunikasi politik dengan Partai Demokrat. Khusus pada pertemuan dengan salah satu Parpol yang mengundang perhatian publik, Capres Anies menghubungi pada 12 Juni 2023…," jelas Teuku.
Kekecewaan Teuku yang mewakili Partai Demokrat tampaknya tak dapat dibendung, sehingga dirinya menyebut keputusan memasangkan Anies dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin adalah pengkhianatan.
"Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan; pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol; juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan," pungkasnya.***