Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya Sebut Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Sebagai Pengkhianatan

photo author
Adestu Arianto, Klik Pendidikan
- Jumat, 1 September 2023 | 13:10 WIB
Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut pasangan capres dan cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar adalah bentuk pengkhianatan. (demokrat.or.id )
Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut pasangan capres dan cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar adalah bentuk pengkhianatan. (demokrat.or.id )

KLIK PENDIDIKAN - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa pasangan Capres Anies Baswedan dan Cawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bentuk pengkhianatan.

Bentuk pengkhianatan dari pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ini, kata Teuku, adalah pengkhianatan terhadap semangat perubahan.

Dalam pernyataannya, Teuku menyebut bahwa sebelum berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan telah memutuskan untuk memilih Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapresnya.

Baca Juga: Ternyata RUU ASN Tak Pastikan Pengangkatan Tenaga Honorer sebagai PPPK, Ini Alasannya!

"Bahkan, (Anies Baswedan) menuliskan keputusannya itu dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani, kepada Ketum AHY pada tanggal 25 Agustus 2023 (enam hari yang lalu). Inti dari surat tersebut ialah untuk meminta secara resmi agar Ketum AHY bersedia untuk menjadi Cawapresnya," kata Teuku dalam pernyataan pers hari Kamis, 31 Agustus 2023.

Keputusan Anies Baswedan tersebut, menurut Teuku, dilandasi oleh pendapat dari Anies dan Tim 8 bahwa tidak ada alasan lagi untuk menunda waktu deklarasi. 

Bahkan sebelum itu, Anies sendiri menghubungi AHY pada 12 Juni 2023 dan mengatakan kepada Ketum Demokrat tersebut bahwa ibu dan guru spiritualnya ingin dirinya berpasangan dengan AHY.

Baca Juga: Beasiswa Pendidikan Prestasi Kita Batch 4 Dibuka Gratis! Dibuka untuk Pelajar Hingga Mahasiswa Aktif

"Saya ditelepon beberapa kali oleh Ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan Capres-Cawapres Anies-AHY," ungkap Teuku menirukan perkataan Anies secara tertulis.

Maka, atas mandat yang diberikan oleh Ketum Partai Nasdem Surya Paloh; Presiden PKS Ahmad Syaikhu; dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, pada 14 Juni 2023 Anies memutuskan untuk memilih AHY sebagai cawapresnya. 

Namun demikian, Demokrat dikejutkan oleh sikap Ketum Nasdem Surya Paloh yang tiba-tiba menetapkan Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Demokrat dan PKS.

Baca Juga: Pembayaran Gaji Guru dan Nakes PPPK Sering Mengalami Keterlambatan, Begini Jawaban Sri Mulyani…

Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 29 Agustus 2023 di Nasdem Tower, dan Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut. 

Sikap tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat ini juga dilakukan Anies.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novi Yanti Ningsih

Sumber: Demokrat.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X