KLIK PENDIDIKAN – Belakangan ini, isu mengenai pertanyaan kenaikkan tunjangan kinerja (tukin) banyak dibahas masyarakat menyusul adanya kenaikkan gaji PNS, TNI, POLRI dan pensiunan.
Isu mengenai tukin itu juga ramai dibicarakan masyarakat, apakah akan ada kenaiakkan tukin, apakah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) akan ada kenaikkan tukin bagi pegawai dan seterusnya.
Ada atau tidaknya kenaikkan tukin memang perlu dibahas secara detail, agar tidak ada kesalah pahaman di tengah masyarakat.
Sebagai informasi bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muyani telah menjelaskan beberapa poin penting yang berkaitan dengan RAPBN 2024 dan kenaikan gaji PNS, TNI, POLRI dan pensiunan.
Penjelasan mengenai RAPBN 2024 dan kenaikan gaji PNS itu disampaikan menyusul hebohnya pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung terkait adanya kenaikan gaji bagi PNS, TNI, POLRI, pensiunan dan semua abdi Negara.
Hebohnya, pembacaan RAPBN 2024 yang memuat kenaikan gaji PNS memang perlu mendapatkan penjesalan dan kejelasan slot dari Menkeu Sri Mulyani.
Dengan begitu, masyarakat luas mengetahui fakta dan dampak yang terjadi setelah RAPBN dan kenaikan gaji PNS resmi diumumkan oleh Jokowi.
Lebih lanjut, penjelasan Sri Mulyani juga akan menjawab terkait apakah RAPBN 2024 memiliki desifit yang lebih tinggi atau lebih rendah dari RAPBN 2023.
Sri Mulyani telah memberikan beberapa penjelasan penting bahwa saat ini RAPBN Indonesia sedang sehat dan memiliki slot postur yang semakin sehat.
Pasalnya, kata Sri Mulyani, defisit RAPBN 2024 lebih rendah ketika dibandingkan dengan RAPBN 2023.
“APBN kita posturnya akan makin sehat. Defisit kita menurun sangat tajam dari Rp947,7 triliun atau 6,14 persen terhadap PDB pada 2020 menjadi Rp522,8 triliun atau 2,29 persen terhadap PDB,” kata Sri Mulyani, dilansir dari Antara, Minggu 20 Agustus 2023.
Meskipun pemerintah resmi dan sepakat akan menaikkan gaji PNS, akan tetapi belum ada rilis resmi terkait kabar kenaikkan tunjangan kinerja (tukin) di lingkungan Kemenag.