KLIK PENDIDIKAN - Carut marut polemik PPDB khususnya sistem zonasi mendapat tanggapan dari Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, akhirnya buka suara terkait carut marut polemik PPDB khususnya sistem zonasi.
Usai banyak kritikan dari berbagai pihak terkait polemik PPDB sistem zonasi, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim lantas memberi jawaban.
Baca Juga: POLEMIK PPDB! Himmatul Aliyah dari Komisi X DPR RI: Kemendikbudristek Tidak Ada Niat Untuk Perbaikan
Nadiem Anwar Makarim mengatakan program PPDB menggunakan sistem zonasi merupakan inisiasi Muhadjir Effendy saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurut Nadiem, PPDB sistem zonasi ini memperhatikan kebutuhan peserta didik untuk dapat bersekolah di dekat rumahnya.
Hal ini guna menciptakan gerakan gotong royong dalam membangun sekolah bersama-sama dengan tenaga kependidikan, komite sekolah, dan seluruh warga sekolah.
"Segala daya dorong yang selama ini telah Bapak Muhadjir Effendy lakukan untuk pendidikan Indonesia akan selalu tercatat dalam sejarah untuk kebaikan anak-anak Indonesia," ujar Nadiem.
Mendikbudristek Nadiem mengatakan hal tersebut saat berdiskusi dengan Inisiator Semua Murid Semua Guru dan Najelaa Shihab tentang kebijakan zonasi.
Diskusi tersebut digelar pada Sabtu 29 Juli 2023 di Posbloc, Jakarta dalam acara Belajar Raya 2023.
Nadiem mengatakan bahwa kebijakan PPDB menggunakan sistem zonasi harus tetap dilanjutkan.
Karena PPDB sistem zonasi ini menurut Nadiem mampu mengatasi kesenjangan antarpeserta didik.