Sejumlah Akademisi Indonesia dan Internasional Bertemu di Semarang pada Annual International Conference on Islamic Studies AICIS ke-23

photo author
Fakhrunrazi KP, Klik Pendidikan
- Selasa, 30 Januari 2024 | 05:02 WIB
penyelenggaraan AICIS 2024 yang ke 23 di semarang  (Kemenag)
penyelenggaraan AICIS 2024 yang ke 23 di semarang (Kemenag)

KLIK PENDIDIKAN- Ratusan akademisi Indonesia dan Internasioal akan berkumpul di Semarang pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23  akan membahas definisi ulang peran agama hadapi krisis global.

AICIS ini merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian dan akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, 1 - 4 Februari 2024.

AICIS kali ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali peran agama, terutama Islam, dalam menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer di kancah global.

Baca Juga: Batas Usia Pensiun PNS Diperbarui dalam UU ASN 2023, Jabatan Ini Dipensiunkan pada Usia 58 Tahun

Diantara akademisi, hadir juga para tokoh agama dari sejumlah negara. Mereka akan mendiskusikan beragam persoalan kontemporer dalam bingkai tema 'Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues.

Sebelumnya pada tahap awal, panitia telah menyeleksi 1.957 artikel yang dikirim calon peserta konferensi, hingga terpilih 328 paper terbaik.

Diantaranya para penulis berasal dari 10 negara, yaitu Afghanistan, Armenia, Mesir, Indonesia, Irak, Malaysia, Moroko, Nigeria, Pakistan, dan Sri Lanka. 

Yang ketentuannya mereka terbagi dalam tiga kelompok, Invited Papers (80), Open Panel (100), dan Extended Panel (148).

Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan AICIS kali ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali peran agama, terutama Islam, dalam menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer di kancah global.

"Termasuk peran dalam menguatkan persaudaraan kemanusiaan. AICIS digelar bertepatan dengan momentum Hari Internasional Persaudaraan Manusia yang ditetapkan PBB sejak 2020 untuk diperingati setiap 4 Februari," tuturnya.

Namun untuk memperingati  Hari Persaudaraan Manusia Internasional ini didasarkan pada momentum ditandatanganinya Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan pada 4 Februari 2019 oleh Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus. Sebagai kelanjutan dari itu, didirikan Zayed Award for Human Fraternity.

"Alhamdulillah, tahun ini NU dan Muhammadiyah telah ditetapkan sebagai penerima Zayed Award for Human Fraternity," papar Wibowo.

Baca Juga: Ini Tugas dan Kewajiban KPPS dalam PEMILU 2024, Berikut Uraian Selengkapnya

 Pada AICIS 2024 kali ini Wibowo memaparkan sebanyak ada tujuh isu atau sub tema yang menjadi  pembahasan diantaranya yaitu :

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anindwijaya KP

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X