Sebagai identitas Indonesia karena burung Maleo ini merupakan burung khas endemik asli Indonesia yang berasal dari Sulawesi.
Menurutnya pemilihan burung Maleo sebagai salah satu logo Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, merupakan simbolisasi dari Indonesia bagian tengah yang secara konseptual diibaratkan sebagai simbol sentralitas, terpusat, dan sebagai penghubung, sesuai dengan tema besar dari Keketuaan ASEAN Indonesia 2023.
Selain itu, Burung Maleo juga perwujudan dari kata “membumi dan rendah hati”. Dalam wujudnya sebagai burung, maleo tidak terbang melainkan berjalan di darat. Berjalan bersama membawa kemajuan untuk ASEAN dan dunia.
Nah, ikon yang ketiga adalah elang bondol atau Brahmini Kite (Haliastur indus) yang merupakan spesies yang biasa ditemui di beberapa tempat di Gorontalo, mulai pantai, Danau Limboto hingga pegunungan dekat pemukiman warga.
Jumlah populasinya pun masih tergolong cukup banyak dan habitatnya relatif terjaga, elang ini termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah.
Sebelumnya, pada tahun 2018 penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) telah memperkenalkan elang bondol bernama Ulung sebagai maskot Asian Para Games 2018.
Elang bondol dianggap melambangkan keperkasaan, keberanian, umur panjang, dan ketegaran menghadapi tantangan zaman yang penuh persaingan seperti visi Bank Rakyat Indonesia menjadi bank komersil terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
Lebih lanjut Ariez menjelaskan Kostum Karnaval Karawo ini merupakan kerjasama BRI cabang Limboto dan BRI cabang Kota Gorontalo dengan penasehat utama Kepala Cabang BRI Limboto bapak Dede Sujana dan Kepala Cabang BRI Kota Gorontalo bapak Mohamad Taswin Tajuddin.
Nantinya, tim karnaval Bank BRI dan sejumlah model akan turun ke jalan mereka adalah Ayhu Ismail, Meska, Munifa dan yang menjadi penanggung jawab tim adalah Mey Kionila. ***