“Saya sangat menyesal, kenapa? Karena Kemendikbud Ristek tidak membuat backup data terhadap data yang begitu banyak yang melibatkan data jutaan siswa – siswa yang ada di Indonesia,” jelas politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
“Apalagi jika kita masih menggunakan server atau software yang sifatnya adalah bekerja sama dengan Negara lain,” sambung Dede Yusuf.
Baca Juga: Tips Lolos Seleksi Kompetensi Dasar Bagi Guru Honorer yang Ingin Daftar PPPK 2024
Informasi tidak bisa diaksesnya KIP Kuliah ini sempat membuat riuh media sosial X.
“Bobolnya PDN membuat data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) ikut raib dan tak bisa balik, karena celakanya tak ada backup,” cuit sebuah akun pada hari Jumat 28 Juni 2024.
“Gara – gara PDN diretas dan semua data pendaftar KIPK raib, pengumuman itu ditunda entah sampai kapan. Padahal masa perkuliahan baru akan segera dimulai,” tulis akun itu.
Rencananya memang Kemendikbud Ristek akan mengumumkan penerima KIP Kuliah pada 1 Juli 2024.
Atas hilangnya data tersebut, Kemendikbud Ristek meminta kepada mahasiswa baru yang sudah daftar KIP Kuliah 2024 untuk melakukan unggah ulang dokumen pendaftaran.
Unggah ulang dokumen KIP Kuliah 2024 sudah bisa dilakukan paling lambat tanggal 29 Juli 2024.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ristek Suharti menyampaikan pihaknya berupaya mengembalikan link KIP Kuliah untuk kembali normal.
Sekjen Suharti juga menjelaskan bagi 853.393 orang yang sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem terkendala, dipersilahkan untuk melakukan unggah ulang mulai 29 Juli 2024 hingga 31 Agustus 2024.***