KLIK PENDIDIKAN-Kisruh Pusat Data Nasional (PDN) yang diretas masih meninggalkan permasalahan yang tiada habisnya.
Saat ini data Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tidak bisa diakses.
Kemendikbud Ristek pun mengumumkan 47 domain layanan atau aplikasi di bidang pendidikan dan kebudayaan terdampak gangguan karena PDN yang diretas.
Diperkirakan karena hal tersebut 800 ribu lebih data calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah ikut hilang.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menyayangkan hilangnya data tersebut.
“Saya sangat menyayangkan bahwa data bisa hilang dan ini tentu terkait dengan PDN yang saat ini sedang kena hack,” kata Dede Yusuf, Minggu 30 Juni 2024.
Dede Yusuf juga menyinggung wacana pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia menjadi hub-regional big data di Asia dan Pasifik.
Dari Insiden hilangnya data Negara, politikus Partai Demokrat itu menilai Indonesia belum siap dengan big data.
“Ketika pemerintah belum siap untuk melakukan keamanan data, maka rasanya belum siap juga kita untuk melakukan big data,” ujar Dede Yusuf.
Dede mengatakan peristiwa pembobolan data harus dijadikan pelajaran oleh pemerintah.
Ditambah banyak instansi yang tidak mempunyai atau tidak melakukan pencadangan data, seperti salah satunya Kemendikbud Ristek.
Ketika ada sesuatu hal terjadi seperti yang terjadi pada PDN, yang tersisa hanya sesuatu yang disesalkan.