news

Fenomena Pilpres 2024 Ditengah Dunia Pendidikan dan Tingkat Pendidikan Rakyat Indonesia

Senin, 19 Februari 2024 | 15:06 WIB
Akademisi sekaligus Pengurus MD KAHMI Jakarta Pusat, Saprudin menangapi fenomena Pilpres tahun 2024 dengan problematika pendidikan di Indonesia (Dokumen Pribadi)

Jika 20% anggaran APBN dianggap belum mampu meningkatkan pendidikan tinggi masyarakat Indonesia, maka pemerintah perlu mencari cara atau realokasi anggaran yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat pendidikan bangsa Indonesia agar bisa dibuat target setengah dari masyarakat Indonesia adalah lulusan sarjana. 

Baca Juga: Jangan Terlewatkan!! Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan 2024 Tahap 2 Segera Dibuka, Simak Lagi Jadwal Pendaftarannya

"Karena tingkat pendidikan seseorang mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap tingkat ekonomi maupun cara berfikir seseorang, sehingga diharapkan bangsa Indonesia lebih siap lagi dalam menghadapi perkembangan zaman maupun tantangan-tantangan yang dihadapi dunia saat ini,"jelas peneliti CEPLES dan Pengurus MD KAHMI Jakarta Pusat , Saprudin. ***

Halaman:

Tags

Terkini