Data World Bank 2022 Harga Minyak Dunia Naik Signifikan Pemerintah Diminta Agar Fokus Menata Kebijakan Migor

photo author
FandiGan Klik Pendidikan, Klik Pendidikan
- Selasa, 5 September 2023 | 12:20 WIB
Data Word Bank 2022 Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Pemerintah Diminta Agar Fokus Menata Kebijakan Minyak Goreng (Pexel.com/Alex)
Data Word Bank 2022 Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Pemerintah Diminta Agar Fokus Menata Kebijakan Minyak Goreng (Pexel.com/Alex)

KLIK PENDIDIKAN - Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menyikapi masalah minyak goreng (migor) di Indonesia.

Dia menekankan bahwa antisipasi yang baik diperlukan untuk menghindari potensi berulangnya kelangkaan atau lonjakan harga migor di masa depan.

“Masalah minyak goreng ini rawan akan terjadi lagi. Jadi pemerintah harus berhati-hati jangan sampai salah langkah. Indonesia adalah produsen minyak sawit (crude palm oil/CPO) terbesar, mestinya masalah seperti itu dapat diantisipasi,” ujar Tungkot beberapa waktu lalu.

 Dia berpendapat, semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, perlu belajar dari kasus sebelumnya dan berusaha untuk memperbaiki situasi, serta lebih fokus menyiapkan regulasi dan tata kelola pasar minyak goreng yang baik.

Baca Juga: UANG SUPLEMEN dari SRI MULYANI Untuk PNS Aktif Golongan I Hingga IV, PNS di Daerah Ini Dapat Paling GEDE

 Tungkot menjelaskan, Indonesia adalah produsen dan sekaligus konsumen minyak sawit terbesar di dunia. Pertumbuhan penduduk dan ekonomi akan mendorong peningkatan konsumsi oleofood, khususnya migor.

Berbagai studi mengungkap, pasar minyak nabati dunia akan mengalami excess demand (kelebihan permintaan) setidaknya hingga 2050. Artinya, kenaikan harga minyak sawit dunia sebagaimana yang terjadi pada 2022 ke depan bakal sering terjadi.

“Kemungkinan terjadi kelangkaan minyak goreng domestik diperkirakan akan sering terjadi ke depan jika tidak ada perubahan kebijakan,” papar dia.

 Harga minyak nabati dunia, termasuk minyak sawit naik signifikan. Berdasarkan data World Bank (2022), harga minyak kedelai naik dari USD 748 per ton pada Januari 2019 menjadi USD 1,957 per ton pada Maret 2022. Pada periode yang sama, harga minyak sawit meningkat dari USD 537 per ton menjadi USD 1,823 per ton.

Baca Juga: UANG SUPLEMEN dari SRI MULYANI Untuk PNS Aktif Golongan I Hingga IV, PNS di Daerah Ini Dapat Paling GEDE

“Peningkatan harga CPO dunia tersebut menyebabkan peningkatan harga minyak goreng di pasar domestik,” ungkap Tungkot.

 Dia mengatakan, kenaikan harga itu akan menciptakan dilema antara mengekspor (untuk mencari devisa) dan mengamankan kebutuhan domestik. Dilema tersebut jika tidak dipecahkan berpotensi menimbulkan persoalan politik dan hukum seperti yang terjadi tahun lalu.

Solusi untuk dilema itu adalah pembagian tanggung jawab. Korporasi swasta yang menghasilkan minyak goreng sebaiknya jangan dibebani tanggung jawab untuk menjamin penyediaan migor domestik.

“Bebaskan ekspor untuk memperoleh devisa dari pasar dunia,” jelas Tungkot.

Baca Juga: WADUH! 11 Tenaga Honorer Ini Dieliminasi Jadi ASN, 2 Honorer Lain Justru Jadi Prioritas Seleksi CPNS dan PPPK

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: FandiGan Klik Pendidikan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X