KLIK PENDIDIKAN - Rakyat Indonesia baru saja melaksanakan hajatan besar yaitu pemilihan umum (Pemilu) termasuk Pilpres tahun 2024 yang bertujuan memilih pasangan presiden dan wakil presidennya serta memilih para calon anggota legislatif (DPR/DPRD) dan dewan perwakilan daerah (DPD). Masa depan pendidikan Indonesia juga jadi sorotan.
Hiruk pikuk masa kampanye telah usai, arah masa depan pendidikan Indonesia ditunggu masyarakat ,selain menunggu hasil keputusan resmi oleh penyelenggara pemilu KPU (komisi pemilihan umum) yaitu perolehan suara Pemilu termasuk Pilpres tahun 2024 dari tingkat Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota serta DPD yang direncanakan akan diumumkan paling lambat tanggal 20 Maret 2024.
Dosen STIE Jayakarta, Saprudin menanggapi Pemilu termasuk Pilpres tahun 2024 dinilai cenderung lebih kondusif jika dibandingkan dengan pemilu pada tahun 2019 silam serta tentang problematika pendidikan Indonesia.
Baca Juga: DPR RI Beri Solusi Honorer yang Tidak Terdaftar di BKN, Melalui 2 Tahapan ini
Pada Pemilu tahun 2019 dimana keterpecahan masyarakat cukup terlihat. Para kandidat calon presiden sudah terprediksi jauh-jauh hari sebelum masa pendaftaran dan penetapan calon presiden, hal ini dinilai cukup efektif bagi masyarakat dalam menentukan preferensi pilihan calon presidennya.
Berbagai program kerja atau janji kampanye yang ditawarkan para calon presiden pun turut menjadi topik utama yang dibicarakan para tim suskes maupun simpatisan dalam ruang media sosial dan media masa.
Yang tidak kalah menarik adalah adanya beberapa dewan guru besar pada kampus-kampus besar di Indonesia yang mendorong pada berbagai pihak untuk menjamin terlaksananya pemilu dengan damai dan jujur, termasuk mendorong agar para aparatur negara tidak terlibat pemilu secara praktis.
Baca Juga: Daftar UMK 2024 Kabupaten dan Kota di Jabar, Bey Machmudin: Saya Sudah Menandatangani
"Kemunculan pernyataan dewan guru besar pada kampus-kampus besar di Indonesia menjelang dilaksanakannya pemilu menjadi suatu fenomena tersendiri, hal ini sebenarnya dipandang cukup baik dalam rangka mengawal pelaksanaan pemilu yang jujur, adil dan bersih sebagai salah satu bahan pendidikan politik bagi masyarakat Indonesia,"kata Dosen STIE Jayakarta, Saprudin.
Peran dunia pendidikan ini memang cukup kental dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial ekonomi, maupun dalam bidang lainnya termasuk dalam bidang politik.
Indonesia sebagai negara berkembang,bahkan yang diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, maka pemerintah perlu menpersiapkan berbagai hal yang mendukung pencapaian kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia.
Era kepemimpinan presiden jokowi telah banyak membangun infrastruktur (jalan, bendungan, kawasan ekonomi, dll) termasuk pembanguan IKN (Ibu Kota Nusantara), namun yang tidak kalah penting adalah bagiamana pembanguan SDM (sumber daya manusia) agar menjadi lebih unggul dan siap menghadapi segala resiko perubahan-perubahan yang terjadi pada dunia ini.
Sementara itu tingkat pendidikan rakyat Indonesia yang mayoritas masih lulusan sekolah menengah (tidak mengenyam pendidikan tinggi), hanya 19% penduduk Indonesia yang lulus dari pendidikan tinggi, ini dianggap sebagai salah satu tantangan yang dihadapi oleh presiden baru hasil pemilu 2024.