Mengapa 123 Juta Orang Pilih Mudik Lebaran di Idul Fitri 2023? Meningkat 37 Juta Orang Dibanding Tahun Lalu!

photo author
Dail Ma'ruf KP, Klik Pendidikan
- Selasa, 18 April 2023 | 13:13 WIB
Mudik 2023 akan melibatkan 123 orang pulang kampung naik 37 juta dari 2022, karena sudah bebas Covid 19. (Dok/propjabar.go.id)
Mudik 2023 akan melibatkan 123 orang pulang kampung naik 37 juta dari 2022, karena sudah bebas Covid 19. (Dok/propjabar.go.id)

KLIK PENDIDIKAN – Pasca bebas dari Pandemi Covid 19, angka pemudik lebaran 2023 meningkat tajam dari semula di tahun 2022 hanya 86 juta menjadi 123 juta orang.

Kenaikan sebanyak 37 juta orang merupakan angka fantastis, semangat mudik 2023 selain karena tidak ada pembatasan lagi, juga karena kerinduan ke kampung halaman yang sudah tak terbendung.

Apa saja yang menjadikan pemudik memilih mudik di tahun 2023? Simak ulasan menariknya dalam paparan berikut ini!

Baca Juga: JKT48 Meriahkan Grand Final Free Fire Master League Season 7, Yuk Intip Penampilannya Dewi Theater FX di Sini

Mudik adalah tradisi rakyat Indonesia, yang luasnya hampir seluas Eropa Barat. Panjangnya dari ujung timur ke ujung barat sekitar 5.300 km. 

Indonesia seperdelapan keliling bumi. Jarak tempuh dengan pesawat dari ujung barat (Aceh) ke ujung timur (Papua) bisa 7 jam non stop. 

Tahun ini akan ada lonjakan pemudik ke berbagai daerah. Jumlahnya berdasarkan keterangan Presiden Joko Widodo sekitar 123 juta orang, meningkat signifikan dibanding tahun 2022 yg mencapai 86 juta orang.

Baca Juga: SELURUH HONORER AKAN LANGSUNG DIANGKAT JADI PPPK! Namun, Agar Semua Ini Terwujud.. Hal Ini Harus Dikorbankan..

Menurut Isaac Rafik pengamat sosiologi UI di Depok terkait mudik 2023 ia berpendapat bahwa “Mudik tidak semata perjalanan orang menuju kampung halaman setelah setahun berjibaku mencari nafkah di daerah lain yang jauh.” 

“Mudik jauh lebih dahsyat dari itu, dalam mudik ada nilai silaturahmi, rindu sanak famili, orang tua, anak istri, teman dan kampung halaman,” tambahnya.

Negara-negara  kecil dan negara-negara maju yang jarak tempuhnya cuma hitungan jam untuk sampai daerah asalnya, tak punya rindu ini. 

“Mudik juga tak terbatas di situ. Ini punya nilai pemerataan ekonomi, bila selama ini uang beredar 90 persen di Jawa, sekitar 80 persennya di Jakarta, dengan mudik memperluas peredaran itu ke daerah,” pungkas Isaac di kantornya kepada Klik Pendidikan pada Senin 16 April 2023.   

Baca Juga: Akhiri Bulan Ramadhan dengan Fenomena Gerhana Matahari Hibrid, Masyaallah... Diprediksi Bentuknya Akan Indah

Di sinilah pemerintah harus hadir dengan regulasinya, jika tidak, maka hampir semua hasil kerja setahun anak bangsa ini, yang mereka tabung dengan hidup hemat di rantau, akan dirampok oleh pengusaha angkutan umum.

Apa yang harus dilakukan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Aning Diah W

Sumber: jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X