Seluruh uang Tunjangan Hari Raya disalurkan secara serempak, berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan.
"Semuanya pencairannya akan beriringan, Ya kemungkinan di tanggal 10 April ke atas semuanya sudah menerima," pungkas PJ Bupati.
Tidak heran, jika Bupati Apriyadi Mahmud berani buat kebijakan tentang THR Honorer, padahal pemerintah pusat saja tidak menyediakan anggaran khusus untuk itu.
Rupanya Kabupaten Muba, disebut sebagai peraih penghasilan warganya dengan jumlah tertinggi yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel).
Baca Juga: Lolos ASN PPPK 2023 Pakai Jalur Kilat, TANPA TES Tapi Langsung Jadi PRIORITAS
Awalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa garis kemiskinan tertinggi dimiliki oleh Kabupaten Muda.
Tidak ingin berlarut dalam pencapaian buruk tersebut, pemerintah Kabupaten Muba berusaha bangkit dan mengembalikan nama baik daerahnya.
Berkat upaya kerasnya, PJ Bupati H Apriyadi turunkan angka kemiskinan extrem dan stunting yang ada di Muba.
"Muba menurunkan angka kemiskinan ekstrem sangat signifikan yakni menurun 1,82 persen dan kasus stunting berada di bawah provinsi yakni 17,07 persen," tulis laman pemerintah Muba yang dikutip dari Fungsional Perencanaan Ahli Madya Bappeda Pemprov Sumsel Sri Hidayanti.
Termasuk pada saat pandemi di tahun 2022 menyerang, dimana saat itu kondisi ekonomi sangat tidak stabil.
Daerah ini justru mampu menekan angka kemiskinan dari 16,13 persen menjadi 15,84 persen.
Sehingga secara keseluruhan terhitung sejak 2021 hingga 2022, angka kemiskinan yang sudah berhasil dipangkas ialah 0,65 persen.