KLIK PENDIDIKAN - Ada kabar gembira untuk para penjuang NIP, penerimaan CASN atau Calon Aparatul Sipil Negara Kementerian Agama atau Kemenag resmi telah mendapatkan izin formasi terbanyak sepanjang sejarah.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PANRB dan ucapan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi atas dukungan yang telah diberikan untuk semakin memperkuat manajemen SDM di Kemenag.
Terdapat sejumlah alasan dalam pengajuan formasi di tahun 2024, salah satunya karena banyaknya pegawai Kemenag yang akan memasuki usia pensiun.
Diketahui Kemenag resmi mendapat 110.553 formasi calon Apartur Sipil Negara (CASN) 2024.
Dan memang ini merupakan jumlah formasi terbanyak dalam sejarah rekrutmen pegawai Kementerian Agama.
"Segenap jajaran Kementerian Agama mengucapkan apresiasi setinggi tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Presiden Joko Widodo atas perjuangan yang akan menjadi amal jariah yang tak terputus dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa dan torehan tinta emasnya terhadap Kementerian Agama," ucap Sekertaris Jenderal Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani yang hadir mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pada Sosialisasi dan Penyerahan Formasi CASN Kementerian Agama 2024.
Kementerian Agama menyiapkan 110.553 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri atas CPNS sebanyak 20.772 formasi dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terdiri dari 89.781 formasi.
Formasi CPNS tersebut terdiri atas tenaga guru sebanyak 6.992 formasi, dan tenaga teknis sebanyak 13.780 formasi.
Sementara itu, formasi PPPK terdiri atas 19.437 formasi tenaga guru, 502 formasi tenaga kesehatan, dan 69.842 formasi tenaga teknis.
Formasi tersebut ditempatkan pada wilayah pusat maupun daerah yang terbagi dalam 10.462 satuan kerja dan unit pelaksana (satker) Kementerian Agama.
“Kita berbahagia dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh negara khususnya Presiden Joko Widodo yang menempatkan formasi CASN terbanyak dalam sepanjang sejarah Kementerian Agama,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Dhani ini juga mengungkapkan bahwa jumlah aparat yang besar merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Kementerian Agama.