KLIK PENDIDIKAN - Menteri PANRB Azwar Anas telah melaksanakan rapat Bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait seleksi PPPK.
Dalam rapat tersebut dengan BKN, KemenPANRB membahas permasalah terkait pengangkatan tenaga honorer dan platform manajeman ASN.
Hasil rapat terkait data tenaga honorer yang saat ini masih terus diverifikasi ternyata tidak hanya data umum saja.
Terkait data tenaga honorer ternyata BKN melakukan verifikasi dan validasi dengan ketat.
Baca Juga: BKN Umumkan Seleksi CASN 2024 Akan Dilaksanakan dalam Tiga Periode, Panselnas Lakukan 3 Perbaikan
Pelaksanaan verval validasi dan verifikasi dilakukan menggunakan aplikasi verifikasi Tenaga Non ASN, yaitu pada laman https://verif-nonasn.bkn.go.id.
Pada verval ini dilakukan dengan 6 (enam) kriteria berdasarkan kelompok kerja (Pokja).
Berikut ini ada 6 Pokja kriteria yang sedang dilakukan verifikasi dan validasi yaitu :
Seperti honorarium, surat Keputusan pengangkatan dan masa kerja, usia, jabatan, tingkat pendidikan, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
Menteri PANRB Azwar Anas mengatakan sebanyak 1,28 juta formasi telah ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk rekrutmen CASN tahun 2024.
Pendaftaran CASN 2024 akan dimulai setelah proses verval rincian formasi yang diajukan instansi pemerintah telah selesai dilakukan.
“Kementerian PANRB bersama BKN saat ini sedang merumuskan formulasi yang tepat untuk mengakomodasi pengangkatan tenaga ASN PPPK ini," jelas Menteri Azwar Anas.
"Tentunya formulasi tersebut berdasarkan verval 6 kriteria dari BKN termasuk nanti PPPK penuh waktu maupun paruh waktu,” jelas Anas usai rapat bersama BKN di Jakarta, dikutip dari Menpan.go.id, Sabtu 18 Mei 2024.