KLIK PENDIDIKAN - Aroma kompetisi terasa kuat di SMK Negeri 10 Medan saat Nurani Sienta Br Sinuhaji, siswi berbakat dari SMK Negeri 1 Beringin, menata piring saji dengan presisi.
Ia menjadi salah satu delegasi utama dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Utara tahun 2026 yang berlangsung mulai 15 hingga 17 April 2026.
Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) kembali menjadi panggung bagi siswa-siswi terbaik SMK di wilayah Sumatera Utara untuk menunjukkan keahlian teknis mereka.
Untuk tahun 2026, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memusatkan salah satu kompetisi paling dinanti, yakni Tata Boga (Cooking), di SMK Negeri 10 Medan.
Spanduk resmi bertajuk "Selamat Bertanding!!! Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS)" terpampang jelas di lokasi acara, menandakan kesiapan penuh penyelenggara dalam memfasilitasi talenta muda vokasi.
Salah satu sorotan utama jatuh pada bidang lomba Tata Boga. Delegasi SMK Negeri 1 Beringin, Nurani Sienta Br Sinuhaji, tampil didampingi oleh pembimbingnya, Novi Etika Putri Siregar, S. Pd. Dalam dokumentasi kegiatan, terlihat sajian yang dihidangkan menggunakan konsep tradisional yang dipadukan dengan teknik plating modern.
Presentasi hidangan yang menggugah selera ini merupakan hasil dari dedikasi panjang selama masa persiapan di sekolah.
“Menggugah Selera! – LKS Cabdis Wilayah I Sumut 2026” tampilan presentasi Nurani Sienta Br Sinuhaji.
Baca Juga: Audiensi PPWI dengan BKN Dijadwalkan 22 April 2026, Bahas Nasib PPPK Paruh Waktu
Kalimat ini merepresentasikan kualitas hidangan yang ditampilkan oleh para peserta, di mana aspek visual dan rasa menjadi indikator utama penilaian dewan juri.
Partisipasi dalam LKS bukan sekadar mencari juara, melainkan upaya sinkronisasi antara kurikulum sekolah dengan standar industri.
Bagi pembaca, khususnya orang tua dan praktisi pendidikan, ajang ini menunjukkan bahwa SMK di Sumatera Utara, khususnya di lingkungan Cabdis Wilayah I, memiliki standar kompetensi yang kompetitif.
Secara analisis, keterlibatan aktif pembimbing seperti Novi Etika Putri Siregar dalam mendampingi Nurani Sienta membuktikan bahwa keberhasilan siswa di meja kompetisi merupakan hasil kolaborasi intensif antara pendidik dan peserta didik.