KLIK PENDIDIKAN - Kebijakan penghapusan jurusan di SMA menjadi salah satu sorotan dalam dunia pendidikan saat ini.
Seperti diketahui, penghapusan jurusan di SMA merupakan implementasi dari penerapan kurikulum merdeka.
Adanya penghapusan jurusan di SMA memiliki harapan agar siswa mampu mengembangkan potensi akademiknya yang linier dengan pendidikan mereka saat memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menyikapi penghapusan jurusan di SMA, pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Endro Dwi Hatmanto menuturkan jika kebijakan tersebut tidak berpengaruh bagi perguruan tinggi. Menurut Endro, perguruan tinggi sudah memiliki jurusan sesuai bidangnya.
"Nantinya calon mahasiswa akan melihat potensi dirinya dan dapat menentukan pilihan sesuai jurusan apakah yang berbasis sains atau sosial," ujar Endro, dikutip Klik Pendidikan dari laman resmi UMY, Selasa, 23 Juli 2024.
Meski tidak berdampak pada perguruan tinggi, Endro juga menjelaskan jika penghapusan jurusan di SMA memiliki banyak keuntungan.
Baca Juga: Waduh, Ada Temuan Tenaga Honorer Siluman Masuk Database KemenpanRB dan BKN
Selain itu, Endro juga tidak menampik jika kebijakan tersebut juga akan memberi tantangan baru baik untuk guru dan juga peserta didik.
Endro menjelaskan, salah satu keuntungan yang akan dirasakan oleh peserta didik berkat penghapusan jurusan di SMA adalah berkurangnya pandangan negatif terhadap salah satu jurusan.
"Keuntungan dari penghapusan ini mungkin bisa mengurangi anggapan negatif pada salah satu jurusan," ujar Endro.
"Dulu ada anggapan jika siswa yang mengambil jurusan IPA itu lebih pintar dari yang memilih IPS," tambahnya.
Keuntungan lainnya menurut Endro adalah meningkatnya motivasi belajar para siswa karena tidak ada lagi anggapan jurusan yang satu lebih pintar dari jurusan lainnya.