Rektor UIN Datokarama Tekankan Gen Z dan Millenial adalah Komponen Harapan Bangsa, Tak Boleh Terpapar Radikalisme dan Terorisme

photo author
Nur Resma Akmayasari, Klik Pendidikan
- Jumat, 28 Juni 2024 | 16:26 WIB
Rektor UIN Datokarama Profesor Kiai Haji Lukman Thahir bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Doktor Kiai Haji Faisal Attamimi foto bersama pihak Balai Litbang Agama Makassar dan mahasiswa, di sela - sela kegiatan penguatan tentang Gen Z dan moderasi beragama (uindatokarama.ac.id)
Rektor UIN Datokarama Profesor Kiai Haji Lukman Thahir bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Doktor Kiai Haji Faisal Attamimi foto bersama pihak Balai Litbang Agama Makassar dan mahasiswa, di sela - sela kegiatan penguatan tentang Gen Z dan moderasi beragama (uindatokarama.ac.id)

Kerentanan psikologis esensial remaja yang timbul dari faktor neurologis, lebih jauh dipengaruhi oleh konteks keluarga dekat.

Rektor mengutip pernyataan Psikiater Inggris Russell Razzaque yang berpendapat bahwa 'ikatan awal orang tua' sangat penting untuk perkembangan emosional yang sehat di masa muda.

3. Faktor Sosial

Gen z dan millenial rentan terapapar, juga dipengaruhi oleh komunitas atau sub-budaya dari Gen-Z yang relatif terisolasi dari pemerintahan yang lebih luas, dan telah diliputi oleh serangkaian kemunduran politik, sejarah dan sosial ekonomi yang menimbulkan rasa keterasingan vis-a-vis kelompok luar yang dominan.

Baca Juga: Dipastikan Tidak Jadi Diblokir Kemenkominfo, Media Sosial X dan Telegram Masih Dapat Digunakan

4. Faktor Internet dan Media Sosial

Faktor tersebut telah menjadi gaya hidup gen z dan millenial, hal ini menjadi lahan basah bagi kelompok ekstrim untuk merekrut anak muda gen-Z.

"Maka mau atau tak mau, suka atau tidak suka, upaya derasikalisasi, dan pencegahan radikalisme, serta penguatan moderasi beragama, harus terus digencarkan," ungkapnya.

Ia menguraikan, berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 generasi Z mencapai 27,94 persen dari total 270 juta jiwa penduduk Indonesia, sedangkan generasi millenial mencapai 25,87 persen.

"Artinya jika digabungkan maka seluruhnya 53,81 persen, lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia," kata Lukman.

Rektor menambahkan, jika mereka ini tidak segera dibentengi dari penyebaran ideologi radikalisme maka hal itu bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa dan negara ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nabilah Dwi Hermawati

Sumber: uindatokarama.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X