news

TOK! Bima Yudho Saputro Mendapat Dukungan dari DPR, Sahroni: Pemprov Lampung Harus Lebih...

Selasa, 18 April 2023 | 15:49 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI bela Bima dan perintah Kapolri hentikan proses hukum. (Kolase dpr.goo.id dan TikTok @awbimaxreborn)

KLIK PENDIDIKAN - Berawal dari memberikan kritik kepada pemerintah Lampung, kini nama Bima Yudho Saputro menjadi viral.

Kritik Bima Yudho Saputro tentang infrastruktur, ekonomi dan pemerintahan Lampung sempat dibawa ke ranah hukum oleh seorang advokat, Ghinda Ansori Wayka.

Bima membuat konten video singkat dengan tema 'Kenapa Lampung Gak Maju-Maju' menggunakan akun TikTok pribadinya.

Baca Juga: Leg 2 Liga Champion Napoli Vs AC Milan, Demi Ganggu Kosentrasi Pemain Milan, Fans Napoli Lakukan Hal Ini...

Ia menggunakan cara seperti sedang presentasi untuk menjelaskan dan memberikan kritik soal daerah kelahirannya itu.

Sebenarnya netizen setuju, bahkan masyarakat Lampung sendiri pun tidak membantah apa yang disampaikan oleh Bima.

Namun sangat disayangkan, tetap ada saja pihak yang tidak setuju dengan caranya memberikan kritik.

Baca Juga: Memiliki Kinerja Jujur, Seorang Kades Didemo Ribuan Warganya Karena Tidak Mau Menjabat Kembali

Sebab, di awal video Bima mengucapkan kata 'Dajjal' yang mana ditujukan kepada daerahnya sendiri yakni Lampung.

"Kenalin nama gue Bima, gue berasal dari Provinsi Lampung yang satu ini, Dajjal," kata Bima.

Kemudian Ghinda Ansori melaporkan Bima ke Polda Lampung atas kasus pencemaran nama baik Lampung menggunakan kata 'Dajjal'.

Baca Juga: Yuk Catat Tahapan Rekrutmen Bersama BUMN 2023, Biar Kamu Lebih Persiapan untuk Lolos Jadi Karyawan BUMN

Setelah viral, kasus ini sampai naik dalam pembahasan rapat di instansi pemerintahan, yaitu DPR RI.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memerintahkan kepada Kepala Polisi RI (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, agar mengakhiri proses hukum tersebut.

"Saya minta Pak Kapolri dan seluruh jajaran yang di bawah untuk tidak melanjutkan kasus ini. Pastikan seluruh anggota bapak, baik itu di polda, polres, maupun polsek, tidak ada yang berani ancam Bima dan keluarga," tegas Sahroni.

Halaman:

Tags

Terkini