news

Viral! Bima Yudho Saputro Anak PNS yang Kritik Lampung, Gubernur Ketar-Ketir Matikan Kolom Komentar

Selasa, 18 April 2023 | 14:45 WIB
Bima Yudho Saputro seorang anak PNS viral usai kritik Lampung. (Tangkap layar TikTok/@awbimaxreborn)

KLIK PENDIDIKAN - Sedang viral di berbagai media sosial tentang seorang pemuda yang merupakan anak PNS memberikan kritik kepada Pemerintah Lampung.

Diketahui anak seorang PNS tersebut bernama Bima Yudho Saputro, namanya mendadak viral usai mengkritik daerah kelahirannya sendiri, yakni Lampung.

Berawal dari kritik Bima tentang Lampung, sangat disayangkan kini sang ayah yang berprofesi sebagai PNS beserta istri turut terkena dampaknya.

Baca Juga: 4 Vocabulary dalam Bahasa Inggris ini Ditambah 's' Bukan Jamak, Namun beda Arti, lho! Simak Apa Saja!

Bima memanfaatkan akun media sosial TikToknya untuk menyuarakan keresahan atas infrastruktur, ekonomi dan pemerintahan Lampung yang tidak maksimal.

"Kenalin nama gue Bima, gue berasal dari provinsi yang satu ini (Lampung), Dajjal dan gue lagi menjalani proses study gue di Australia," ucap Bima mengawali presentasi di akun TikToknya @awbimaxreborn.

Salah satu contoh infrastruktur yang dimaksud Bima ialah kondisi jalan di mana sangat tidak layak untuk dilewati.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri ke Thailand? Jangan Lupa Cobain Rekomendasi Street Food di Bangkok yang Worth It Banget

Sehingga menurut Bima, infrastruktur yang terbatas tersebut menjadi alasan Lampung tidak maju-maju sampai dengan detik ini.

Kemudian, sempat disampaikan juga kalau Indonesia bukan kekurangan orang pintar, melainkan minimnya orang jujur.

Banyak netizen yang membenarkan penjelasan Bima, tidak sedikit dari mereka yang belum pernah menikmati jalanan bagus seumur hidupnya.

Baca Juga: Bikin Ricuh, Seorang Pemotor Dihakimi Warga Alun-Alun Wonogiri! Lihat aksinya!

Setelah viral, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diserang netizen hingga menonaktifkan kolom komentar di media sosial Instagramnya.

Tidak hanya sampai di situ, Bima juga sempat dilaporkan ke Polda Lampung perkara menyampaikan kritik dengan alasan pencemaran nama baik.

Lebih lanjut, ibunda Bima didatangi oleh Kapolsek kecamatan untuk meminta data pribadi berupa ijazah SD-kuliah, offer letter di Macquarie, buku tabungan hingga foto debit card.

Halaman:

Tags

Terkini