KLIK PENDIDIKAN - Gumukpecah merupakan salah satu potensi objek wisata di Desa Karangduren, Kecamatan Balung.
Menelisik dari sejarahnya pada masa Kolonial Gumukpecah memiliki sebutan Gumuk Drell, hal ini dikarenakan pada masa tersebut bangsa Kolonial menambang pasir di Gumuk tersebut dengan menggunakan alat, dengan tujuan untuk membuat jalan ditengah-tengah Gumuk untuk mempermudah alternatif jalan masyarakat.
Namun, pada tahun 1969 pasir yang dihasilkan oleh Gumuk Drell digunakan oleh pemimpin Karangduren pada saat itu untuk memperbaiki infrastruktur desa, bukan hanya karangduren yang memanfaatkan hasil pasir dari Gumuk Drell, akan tetapi dari desa lain pun ada salah satunya Wringintelu.
Masuk pada tahun 2000-an Gumuk Drell mulai dikenal dengan sebutan Gumukpecah.
Penamaan Gumukpecah ini diberikan karena tersisa satu batu yang tidak terproses dalam penambangan pasir.
Menurut dari beberapa sumber dari wawancara, batu yang terlalu keras membuat pekerja tambang kewalahan dan memilih untuk tidak dihancurkan.
Sehingga, tersisa satu batu tersebut dan menjadi sejarah sekaligus ikon.
Tidak hanya ikon untuk desa Karangduren, melainkan menjadi ikon Kecamatan Balung.
Saat ini, Gumukpecah menjadi sport foto yang unik dan menarik, serta didukung oleh suasana yang sejuk serta asri Gumukpecah sering digunakan sebagai tempat bersantai.
Baca Juga: JADWAL BOLA TERBARU, Informasi Lengkap Pertandingan BRI Liga 1 dan Liga 2 Indonesia Pekan Ini
Biasanya pada hari sabtu dan minggu Gumukpecah dipenuhi oleh pengunjung bersepeda santai serta anak-anak yang ingin bersantai dan bermain.***