Selain itu juga untuk mendorong adanya metode pembelajaran yang lebih efektif melalui distance learning dan blended learning.
"LAN juga mendorong lembaga pelatihan mampu untuk berkontribusi dalam pengembangan asn-unggul.lan.go.id dengan memperkaya bahan-bahan ajar serta materi-materi baru yang mengikuti perkembangan dan kondisi saat ini.
Melalui ASN-unggul tersebut maka pembelajaran pelatihan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga lebih efisien dalam penyelenggaraan pelatihan,” ujarnya.
"Untuk jumlah pembelajaran sendiri, orientasi PPPK berjumlah 45 jam pelajaran (JP) yang dilaksanakan secara mandiri menggunakan aplikasi MOOC,” tutupnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, mengatakan sosialisasi ini menjadi kunci penting agar semua komponen pengelola pelatihan dan pengelola kepegawaian memahami arah kebijakan.
Terutama dalam pengelolaan orientasi PPPK dan pembelajaran secara Massive Open Online Course (MOOC) untuk pengelola manajemen kediklatan.
Hadir juga sebagai narasumber dalam acara tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN, Erna Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm.
Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan pejabat dari seluruh Lembaga Pelatihan di Indonesia secara daring.***