Rektor UIN Datokarama Palu Imbau Umat Beragama Harus Menghargai Pelaksanaan Natal Tahun 2024 Dengan Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi

photo author
Nur Resma Akmayasari, Klik Pendidikan
- Rabu, 25 Desember 2024 | 12:18 WIB
Guru Besar Bidang Filsafat UIN Datokarama Profesor Kiai Haji Lukman Thahir.  (uindatokarama.ac.id)
Guru Besar Bidang Filsafat UIN Datokarama Profesor Kiai Haji Lukman Thahir. (uindatokarama.ac.id)

KLIK PENDIDIKAN - Profesor Lukman Thahir, Guru Besar Bidang Filsafat sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mengimbau umat beragama di Indonesia untuk menghargai pelaksanaan Natal 2024 dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Ia menegaskan bahwa Natal merupakan kegiatan keagamaan umat Kristiani yang perlu dihormati oleh semua pihak, seiring dengan keragaman agama yang ada di Indonesia.

Indonesia memiliki masyarakat yang menganut berbagai agama, dan setiap agama berhak melaksanakan ritual keagamaannya. Konstitusi Indonesia, melalui UUD 1945, menjamin kebebasan setiap warga negara untuk melaksanakan ibadah sesuai agamanya tanpa adanya pembatasan.

Baca Juga: Rektor UIN Datokarama Palu: Momentum Hari Ibu Tahun 2024, Harus Dipandang Sebagai Momentum Penting dalam Memberdayakan Para Ibu

Oleh karena itu, umat beragama di Indonesia harus saling menghormati dan menjaga tradisi keagamaan masing-masing.

Selain itu, Profesor Lukman juga mengingatkan agar perayaan Natal yang bertepatan dengan pergantian tahun 2024-2025 disikapi dengan sikap toleransi, kedamaian, dan saling menghargai demi terciptanya stabilitas dan kondusivitas di Indonesia.

"Natal tahun 2024 adalah kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Kristiani, sehingga semua umat beragama di Tanah Air harus menghargai dan menjunjung tinggi pelaksanaan Natal tersebut," ucap Profesor Lukman Thahir

Imbauan Lukman Thahir tersebut seiring dengan momentum Natal yang dilaksanakan oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember 2024.

Baca Juga: Tanggal 22 Desember Diperingati sebagai Hari Ibu, Taukah Kamu? Ternyata, Begini Sejarahnya...

Profesor Lukman yang merupakan Rektor UIN Datokarama Palu menyatakan bahwa Indonesia dihuni oleh masyarakat yang menganut Agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan keragaman baik dari segi agama maupun budaya dan bahasa.

Sehingga, setiap agama yang ada di Indonesia akan melaksanakan ritual - ritual keagamaan, sebagai bentuk artikulasi dan aktualisasi dari implementasi ajaran agama.

"Maka, sebagai sesama warna negara yang hidup bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus bersama - sama menjaga, mengawal, dan memelihara tradisi ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh masing - masing agama, sebagai satu entitas bangsa," ungkapnya. 

Ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh semua agama di Indonesia, diakomodasi oleh negara dalam UUD 1945. Hal ini sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan negara kepada setiap pemeluk agama melaksanakan ritual keagamaan.

Baca Juga: Simak Surat Edaran MenpanRB Terkait Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

"Konstitusi kita memberikan pesan kepada kita semua untuk menghargai dan menjunjung tinggi setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masing - masing agama. Negara ini menjamin kebebasan setiap pemeluk agama melaksanakan kegiatan keagamannya, maka tidak boleh ada pihak yang mencoba melarang atau membatasi kebebasan tersebut," jelasnya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nabilah Dwi Hermawati

Sumber: uindatokarama.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X