ASN 'Angkat Ibu Asuh'! Program Nyaah Ka Emak dari Bogor Siap Jadi Gerakan Nasional

photo author
Indah Widyawati, Klik Pendidikan
- Minggu, 19 April 2026 | 06:38 WIB
ASN Kemenag Bogor rawat ibu lansia lewat program sosial empati  (kemenag.go.id)
ASN Kemenag Bogor rawat ibu lansia lewat program sosial empati (kemenag.go.id)

KLIK PENDIDIKAN - Sebuah gerakan sederhana namun menyentuh hati muncul dari Bogor, ketika Aparatur Sipil Negara (ASN) tak lagi sekadar bekerja, tetapi juga merawat dan menyayangi ibu-ibu lansia yang membutuhkan.

Program “Nyaah Ka Emak” yang digagas Kementerian Agama Kabupaten Bogor menjadi sorotan publik setelah dinilai menghadirkan pendekatan kemanusiaan dalam pelayanan ASN.

Program ini mendorong setiap ASN memiliki keluarga binaan dari kalangan masyarakat rentan, terutama ibu-ibu lansia, janda miskin, serta kelompok kurang mampu.

Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, menyebut program tersebut sebagai langkah nyata yang mencerminkan nilai integritas dan kepedulian sosial ASN.

Ia menegaskan bahwa ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam konsepnya, “Nyaah Ka Emak” mengajak ASN untuk tidak hanya memperhatikan ibu kandung sendiri, tetapi juga merawat dan membantu ibu-ibu lain yang hidup dalam keterbatasan.

Pendekatan ini dinilai sebagai bentuk penguatan nilai empati dan pengabdian dalam birokrasi yang selama ini kerap dianggap kaku dan formal.

Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan pembinaan ASN dan halal bihalal di Kabupaten Bogor, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung.

Baca Juga: 38 Ribu ASN Penyuluh Pertanian Dialihkan, BKN Pastikan Tepat Sasaran Demi Swasembada Pangan Nasional

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat juga mengapresiasi program ini sebagai langkah konkret menghadirkan kepedulian sosial yang terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, program seperti ini dapat menjadi model layanan publik berbasis empati yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Lebih jauh, pemerintah melihat potensi besar gerakan ini untuk dikembangkan secara nasional sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang lebih humanis.

Wamenag bahkan mendorong agar program “Nyaah Ka Emak” tidak hanya berhenti di Bogor, tetapi diperluas ke seluruh wilayah Indonesia.

Program ini juga dinilai mampu membangun hubungan emosional antara ASN dan masyarakat, sehingga kehadiran negara terasa lebih nyata di tingkat akar rumput.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rasya KP

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X