Merasa bahwa ibadah kita selalu memiliki kekurangan dapat membantu menghindarkan kita dari riya.
Penghargaan yang Besar dari Allah
Imam Ghazali mengilustrasikan bahwa ibadah yang terkontaminasi oleh riya seperti permata yang bernilai tinggi, tetapi dijual dengan harga yang sangat murah.
Analogi ini menggambarkan kerugian besar yang timbul akibat riya.
Oleh karena itu, Imam Ghazali mendorong agar ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata.
Dengan fokus pada tujuan ibadah yang murni, balasan dunia dan akhirat akan mengikuti.
Tidak Bergantung pada Kepuasan Orang Lain
Imam Ghazali menyarankan agar kita tidak menjalankan ibadah hanya untuk memperoleh persetujuan atau pujian dari orang tertentu.
Mengandalkan pujian manusia dapat merusak ikhlas dalam beribadah.
Sebaliknya, tujuan utama ibadah seharusnya adalah keridhaan Allah.
Dengan menjalankan ibadah untuk Allah semata, kita akan terbebas dari kekhawatiran tentang apa yang dikatakan orang lain.
Ridha Allah sebagai Prioritas
Imam Ghazali mengingatkan kita bahwa mencari keridhaan Allah adalah prioritas utama.