KLIK PENDIDIKAN - Salah satu penyakit hati yang bisa merasuk pada diri seorang hamba Allah adalah riya atau keinginan untuk pamer dan ingin dipuji.
Dalam konteks pelaksanaan ibadah, orang yang terjangkit penyakit riya biasanya akan merasa keinginan untuk mendapat perhatian dan pujian dari orang lain.
Riya adalah penyakit hati yang serius, yang jika dibiarkan dapat merusak ibadah yang dilakukan.
Imam Ghazali, seorang tokoh ulama dan filsuf Islam terkemuka, menjelaskan dalam kitabnya "Minhajul Abidin" ada 4 pengingat yang dapat membantu hamba Allah mengatasi riya dalam hati mereka.
Pengingat ini diungkapkan Imam Ghazali untuk membantu para praktisi ibadah dalam menjaga kemurnian dan keikhlasan hati mereka.
Berikut ada empat pengingat yang bisa menghindarkan diri dari penyakit riya:
Ibadah yang Penuh Kekurangan
Salah satu cara untuk menghindari riya adalah dengan mengingat bahwa ibadah kita senantiasa memiliki kekurangan.
Baca Juga: Guru Honorer yang Tidak Penuhi Persyaratan Ini, Tidak Akan Dapat Bantuan Insentif 2023
Imam Ghazali mengajak kita untuk merenungi ayat dalam Surat At-Thalaq ayat 12, yang mengingatkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi beserta segala keindahannya.
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًاࣖ
Artinya: “Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti itu. Perintah-Nya berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kita seharusnya mengabdi kepada Allah tanpa mencari simpati atau pujian dari manusia.