Politik Agraria: Antara Harapan dan Kenyataan

photo author
Safrudin KP, Klik Pendidikan
- Rabu, 8 April 2026 | 11:42 WIB
Ishmah Nadia  Al-auliya
Ishmah Nadia Al-auliya

Reforma agraria bukan sekadar program teknis, melainkan wujud nyata dari cita-cita keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila. Tanah harus dipandang sebagai sumber kehidupan bersama, bukan sekadar komoditas ekonomi. Dengan menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan, politik agraria dapat menjadi fondasi bagi pembangunan nasional yang lebih inklusif. 

Penutup 

Politik agraria di Indonesia adalah cermin dari tarik-menarik kepentingan antara negara, korporasi, dan masyarakat. Sejarah panjang konflik tanah menunjukkan bahwa kebijakan agraria sering kali tidak berpihak pada rakyat kecil. Namun, dengan semangat UUPA 1960 dan nilai-nilai Pancasila, reforma agraria dapat menjadi jalan menuju keadilan sosial. 

Tanah bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga soal martabat dan keberlanjutan hidup. Jika politik agraria dijalankan dengan adil, Indonesia tidak hanya mengurangi konflik, tetapi juga membangun masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

*) Penulis merupakan Program studi ilmu pemerintahan, Universitas Pamulang  PSDKU Serang

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Safrudin KP

Tags

Rekomendasi

Terkini

Politik Agraria: Antara Harapan dan Kenyataan

Rabu, 8 April 2026 | 11:42 WIB

Dinasti Politik sebagai Ancaman Demokrasi Lokal

Selasa, 24 Juni 2025 | 21:55 WIB
X