Pembelajaran Tatap Muka Diminta Kembali Dievaluasi, Kasus Covid Melonjak di Sejumlah Daerah

photo author
Udin Kuswandi, Klik Pendidikan
- Rabu, 2 Februari 2022 | 12:48 WIB
Pembelajaran tatap muka diminta untuk kembali dievaluasi karena kasus Covid kembali melonjak. (Pikiran Rakyat/Ade Mamad)
Pembelajaran tatap muka diminta untuk kembali dievaluasi karena kasus Covid kembali melonjak. (Pikiran Rakyat/Ade Mamad)

KLIK PENDIDIKAN - DPR meminta kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyebut PTM dengan tingkat kehadiran siswa 100 persen yang mulai berjalan harus kembali dievaluasi.

Apalagi saat ini kasus Covid-19 kembali mengalami lonjakan angka terkonfirmasi.

"PTM di sekolah sebaiknya melibatkan otoritas daerah dan satuan pendidikan setempat. Termasuk apakah suatu daerah mau diterapkan 100 persen, 50 persen atau bahkan dihentikan sama sekali, bila memang kondisinya tidak memungkinkan," ujar Fikri mengutip dari laman resmi DPR RI, Rabu, 2 Februari 2022.

Baca Juga: Kurikulum Prototipe Diminta Mulai Diterapkan Guru Madrasah

Fikri mengatakan terjadinya lonjakan kasus di setiap daerah diakibatkan oleh adanya varian baru omicron, sehingga bahan evaluasi dalam kebijakan PTM 100 persen, sangat diperlukan. Sebab jangan sampai terdapat klaster baru di Indonesia yakni yang berasal dari sekolah.

"Klaster-klaster baru bermunculan di sekolah, namun yang paling tahu kondisi riil di lapangan tentu satuan pendidikan setempat, apalagi bila ternyata PTM mengakibatkan gangguan kesehatan dan ancaman jiwa, maka pemerintah harus memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak. Terutama dari sisi keilmuan dan lembaga pendidikan” ujar Fikri

Akan tetapi Fikri menilai, hingga saat ini proses pembelajaran secara PTM belum dapat tergantikan selama dua tahun masa pandemi, sebab kegiatan belajar mengajar secara langsung diyakini dapat membangun karakter para siswa.

Baca Juga: Kepala Sekolah dan Bendahara Wajib Tahu ini, Jadwal dan Syarat Pencairan Dana BOS Tahun 2022

Selain itu pihaknya mengakui ada beberapa mata pelajaran praktik yang tentu tidak mungkin hanya memperlihatkan tutorialnya saja melalui media virtual,sehingga PTM dianggap sebagai kebutuhan bagi para siswa maupun tenaga kependidikan.

"Pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 menurut laporan Kemendikbudristek efektifitasnya mengalami fluktuasi dan paling rendah hanya sekitar 46 persen. Wajar bila learning loss ini bila terakumulasi dalam kurun waktu lama bisa mengakibatkan generasi yang hilang," tutur Fikri.***

 

Berita serupa telah tayang di Pikiran Rakyat dengan judul : Soal PTM, Pemerintah Diminta Lihat Kondisi Kasus Covid-19 di Lapangan

Penulis : Dila Fitri Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Udin Kuswandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X