Selain mengungkap tentang keuntungan dari penghapusan jurusan di SMA, Endro juga mengakui akan ada tantangan besar sebagai dampak dari kebijakan tersebut.
Salah satu dari tantangan tersebut akan datang untuk para pengajar atau guru terutama dalam hal penyesuaian dengan kurikulum baru tersebut,
"Perubahan kebijakan memerlukan waktu, sumberdaya, dan pelatihan bagi guru untuk beradaptasi dengan perubahan baru", ujar Endro.
Seperti diketahui, penghapusan jurusan di SMA merupakan konsekuensi dari penerapan kurikulum merdeka.
Beberapa daerah seperti Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Kalimantan Tengah mengaku siap beradaptasi dan menerapkan kebijakan tersebut.
Baca Juga: Hanya Ada 1 SMA Terbaik di Kabupaten Pamekasan yang Berhasil Masuk Top 1000 Nasional, SMA MANA?
Bahkan Pemprov Kalimantan Tengah telah menyiapkan program Asesmen Minat dan Bakat (AMB) sebagai sarana untuk mengetahui minat dan bakat siswa sejak dini.***