pendidikan

CyberHeroes Telkom Latih 420 Siswa Indonesia Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 06:37 WIB
420 siswa Indonesia ikut CyberHeroes Telkom belajar keamanan siber dan internet aman (Ilustrasi AI/Dadang Ferdian Zaenal Arif)

KLIK PENDIDIKAN - Sebanyak 420 siswa berbagai sekolah di Indonesia mengikuti program edukasi digital CyberHeroes yang diselenggarakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada awal April 2026. Program yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang keamanan siber serta kebiasaan berinternet secara aman.

Melalui program ini, peserta mendapatkan pembelajaran praktis terkait keamanan digital. Materi yang diberikan meliputi cara mengenali potensi perundungan siber, memahami risiko manipulasi oleh pihak tidak dikenal, serta pentingnya menjaga data pribadi saat beraktivitas di internet.

Program CyberHeroes dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan keamanan digital di kalangan anak dan remaja. Data UNICEF tahun 2025 menunjukkan hampir 80 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet. Dengan anak muda menghabiskan rata-rata 5,4 jam per hari di ruang digital.

Baca Juga: Ekosistem AI Telkom di Bali Menguat, Kampus Jadi Pusat Lahirnya Talenta Digital Baru

Data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026 mencatat sekitar 50 persen anak Indonesia pernah terpapar konten tidak pantas di media sosial, dan 42 persen lainnya mengaku merasa tidak nyaman saat beraktivitas di ruang digital.

SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat. Menurut Hery Susanto, program CyberHeroes dirancang untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga data pribadi serta menggunakan teknologi secara bijak.

Kegiatan CyberHeroes dilaksanakan secara hybrid dan melibatkan sejumlah sekolah, antara lain SMP Warga Surakarta dengan 200 siswa secara daring, SLB B Pangudi Luhur Jakarta Barat dengan 100 siswa, serta SDN Blimbing 1 Tangerang dan SDN Blimbing 3 Tangerang yang masing-masing diikuti 60 siswa.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Surakarta Ubah Nasib Julio, Anak Putus Sekolah Kini Kembali Belajar

Selain memberikan edukasi keamanan digital, program ini juga menekankan pentingnya inklusivitas dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai membantu siswa memahami risiko di dunia digital sekaligus membangun kebiasaan berinternet yang lebih aman dan bertanggung jawab. ***

Tags

Terkini